Kamis, 14 Februari 2013

Inilah 10 Besar PTN dengan Persaingan Paling Ketat

JAKARTA - Jumlah daya tampung yang tersedia di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Nusantara dengan peminat sangat jauh berbeda. Dari 62 PTN di Tanah Air, daya tampung mahasiswa baru melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur tulis 2012 hanya tersedia 123.419 bangku. Tidak mengherankan tingkat persaingan seleksi lubang jarum ini sangat ketat.

Setiap PTN diberikan otonomi dalam menyediakan kursi bagi mahasiswa baru dari berbagai jalur penerimaan, baik SNMPTN jalur undangan dan tertulis serta jalur mandiri. Jumlah daya tampung tentunya disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas dan sumber daya pengajar di sebuah PTN.

Perbandingan jumlah peminat terhadap sebuah jurusan di suatu PTN dengan daya tampung yang tersedia menentukan tingkat persaingan. Semakin besar jumlah peminat namun kursi yang ada sangat terbatas, menyebabkan tingkat persaingan di PTN tersebut sangat tinggi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Panitia SNMPTN 2012 Akhmaloka menyebutkan, tiga besar PTN dengan tingkat persaingan yang ketat dalam SNMPTN jalur tertulis adalah Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Berdasarkan data yang diterima Okezone melalui Koordinator Humas SNMPTN Ravik Kasidi, ketiga PTN tersebut merupakan kampus dengan persaingan terketat untuk program studi IPA. Berikut secara rinci daftar 10 besar PTN dengan persaingan terketat dalam SNMPTN jalur tertulis 2012.

Untuk program studi IPA, IPB menempati urutan pertama. Disusul Unhas dan ITB di tempat kedua dan ketiga. Di tempat keempat ada Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Sementara urutan kelima dihuni oleh kampus dengan jaket almamater berwarna kuning, Universitas Indonesia (UI).

Beranjak ke nomor enam terdapat Universitas Sumatera Utara (USU). Sementara di posisi tujuh dihuni oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Di peringkat delapan hingga 10 ditempati oleh Universitas Andalas (Unand) Padang, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.

Sementara untuk program studi IPS, UI berada di peringkat pertama. Disusul Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Negeri Medan (Unimed) pada posisi dua dan tiga. Selanjutnya, di peringkat empat dan lima dihuni oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Kemudian di tempat keenam terdapat Unair Surabaya diikuti Universitas Riau (Unri) di peringkat ke tujuh. Posisi delapan dan sembilan di huni oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Jambi. Terakhir, peringkat 10 ditempati oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ).(mrg)(rhs)

Bendera dan Lambang IPB

Lambang dan Bendera 
LAMBANG IPB 

Lambang Institut Pertanian Bogor mencerminkan pertumbuhan Institut Pertanian Bogor sebagai suatu lembaga pendidikan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi dan akan selalu maju, tumbuh terus dan mengamalkan Tridarma Perguruan Tinggi dengan berlandaskan Pancasila. Lambang IPB terdiri atas tulisan INSTITUT PERTANIAN BOGOR, pohon berdaun lima helai dan buku terbuka di bawahnya, dibatasi lingkaran yang kesemuanya berwarna putih dengan dasar berwarna biru. 

Lambang IPB 
Bendera Fakultas 

Logo IPB 


Bendera Fakultas di IPB 

Warna dasar biru melambangkan bahwa IPB termasuk kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi; gambar buku terbuka menggambarkan IPB sebagai sumber ilmu pengetahuan. Bentuk bundar menggambarkan bahwa ilmu tersebut tidak ada batasnya, selalu berkembang dan bertambah. Cabang tiga yang timbul dari buku melambangkan Tridarma Perguruan Tinggi. Kelima ujung helai daun melambangkan lima Fakultas pertama pada waktu IPB berdiri dan bahwa Tridarma itu dilaksanakan berdasarkan Pancasila. 


BENDERA 

* Bendera IPB berwarna kuning dengan lambang IPB berwarna dasar biru di tengah. 
* Bendera Fakultas Pertanian berwarna hijau, Fakultas Kedokteran Hewan berwarna ungu, Fakultas Perikanan berwarna biru, Fakultas Peternakan berwarna coklat, Fakultas Kehutanan berwarna abu-abu, Fakultas Teknologi Pertanian berwarna merah, masing-masing dengan lambang IPB berwarna putih di tengah dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam berwarna putih dengan lambang IPB berwarna biru di tengah. 


KODE ETIK 

Kode Etik adalah aturan tata susila yang berlaku bagi seluruh warga IPB dan mengharuskan setiap warga IPB untuk berprilaku sebagai berikut: 

* Jujur dalam melaksanakan tugas dan kegiatan, baik sebagai dosen, mahasiswa maupun sebagai tenaga penunjang akademik dan tenaga administrasi 
* Sopan dalam berpakaian, bertingkah laku dan bertutur kata 
* Berdisiplin dalam melaksanakan tugas-tugas IPB 
* Patuh terhadap segala ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik di dalam maupun di luar kampus 
* Menjaga nama baik dan integritas IPB. 




Lokasi Kampus 
Sebagai kampus yang moderen sekaligus melestarikan situs sejarah, IPB memiliki lima Kampus yang tersebar di beberapa lokasi dengan peruntukan khusus: 

* Kampus IPB Darmaga (267Ha) sebagai kantor rektorat dan pusat kegiatan belajar-mengajar S1, S2 dan S3. Selain itu, disediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum. 
* Kampus IPB Baranangsiang Bogor (11,5 Ha), sebagai pusat kegiatan penelitian dan pemberdayaan masyarakat serta pendidikan pascasarjana eksekutif. Pada saat ini dikampus ini sedang dibangun IPB International Convention Center, 
* Kampus IPB Gunung Gede Bogor (14.5 Ha) sebagai pusat kegiatan pendidikan manajemen dan bisnis yang akan dilengkapi dengan techno-park, 
* Kampus IPB Cilibende Bogor (3.2 Ha) sebagai pusat kegiatan pendidikan vokasional diploma dan 
* Kampus IPB Taman Kencana Bogor (3.4 Ha), direncanakan untuk pendirian rumah sakit internasional. 

Kampus Darmaga SUasana Kuliah Laboratorium 
PLingkungan kampus yang nyaman, aman, dan asri Ruang kuliah dengan pola teater Beberapa laboratorium dengan peralatan modern dan memadai 
Untuk membekali keterampilan mahasiswa dalam bentuk "hands on practical training", IPB memiliki 385 laboratorium fisik dan 12 Stasiun/Lahan Percobaan yang tersebar di daerah Darmaga (33 Ha), Sukamantri (39.13 Ha), Sindangbarang (937 Ha), Pasir Kuda (1.86 Ha), Tajur (20.42 Ha), Babakan (10.51 Ha), Jonggol-Kabupaten Bogor (268.74 Ha), Pasir Sarongge-Cianjur (7.13 Ha), Gunung Walat (350 Ha) dan Pelabuhan Ratu-Sukabumi (5.23 Ha), Ancol-Jakarta (0.2 Ha), Pulau Tinjil-Pandeglang (600 Ha). Selain itu, terdapat UPT Bahasa dan UPT Lab Terpadu. Fasilitas ini selain untuk praktikum mahasiswa juga sebagai wahana penelitian untuk mahasiswa S1/S2.S3 maupun dosen IPB. Adapun fasilitas penelitian yang sifatnya khusus dikelola langsung oleh 13 Pusat Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat. 

Untuk melayani informasi yang lengkap dan mutakhir kepada mahasiswa, IPB memiliki perpustakaan yang terkatagori 5 besar di Indonesia yang dilengkapi dengan IPB electronic library. Cyber Mahasiswa dengan 800 komputer, sistem jaringan serat optik dan hot-spot untuk mengakses internet di beberapa lokasi kampus. 

Untuk menunjang kesejahteraan mahasiswa di dalam kampus disediakan student dormitory untuk mahasiswa tingkat persiapan bersama dengan kapasitas 3000 orang. Untuk mahasiswa yang lain disediakan asrama dengan kapasitas mencapai 500 orang. Di sekeliling kampus terdapat Bank dan ATM, Kantor Pos, Poliklinik, sarana ibadah, bus keliling kampus dan track sepeda kampus. Adapun untuk menunjang pengembangan bakat dan minat, di dalam kampus IPB Darmaga disediakan Gymnasium, Pusat Kegiatan Mahasiswa, Gedung Olah Raga, Plaza Academik serta peralatan kesenian.